Wednesday, July 17, 2013

Sekeping Jawab Jutaan Tanya; Rindu

Pernah ada ‘bulan’ ini dulu, indah. aku jatuh cinta, dan di-jatuh cintai oleh orang yang sama. Tapi hari tidak pernah sama, cinta membuatnya berwarna.
Mengenang tatapan indah yang membuatku tersipu, justru mengundang luka. Aku hanya rindu. Mata itu... yang dulu menatapku berbinar-binar mengungkapkan cinta, kini sudah tampil biasa.
Lalu aku ingin kembali ke masa itu, ke kota itu. Kota yang menjadi saksi betapa dua anak Adam saling jatuh cinta. Yang mempertemukan matanya dengan mataku, dan menyatukan hatinya dengan hatiku. Aku ingin mengulang setiap detik berharga ketika aku di-jatuh cintai olehmu. Ketika tatapan itu masih milikku, dan ketika semua hal manis dialamatkan padaku.
Andai waktu bisa kembali, atau keadaan mampu mengulang waktu, aku ingin dijadikan objek dari kamu yang sedang jatuh cinta. Andai itu bisa dibeli, aku akan berusaha mengumpulkan banyak uang untuk membeli perasaanmu agar sama seperti dulu. Aku akan berusaha membeli tatapanmu, agar hangat dan memperhatikanku seperti waktu itu. Aku akan berusaha membeli kata-kata tulusmu agar dapat menarik garis senyum di bibirku. Tapi sayangnya itu hanya ‘andai’, nyatanya keadaan memaksaku melambai pada masa lalu yang indah itu.
Ketika rindu itu menanyakanmu, aku harus jawab apa? Apa yang harus aku katakan padanya tentang kamu? Ia banyak bertanya, sementara jawabanmu hanya satu: “aku tetap sayang kamu”. Perasaanku bersorak riang, tapi logika tak sampai. Bukan hanya kata sayang yang diharapkan, tapi perhatian juga berperan penting untuk menghapus kesepian.
Bertahun-tahun aku memperhatikanmu, bertahun-tahun aku jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali. Hingga aku tidak tahu kapan hatiku beristirahat dari rutinitas kerjanya mencintaimu.
Jatuh cinta dengan orang yang sama, di waktu yang lama, dan dengan keadaan berbeda itu sulit. Tapi nyatanya aku bisa! Walaupun aku juga harus berusaha membuatmu kembali jatuh cinta pada orang yang sama pula; aku.

Triliyunan Rindu,

Aku-mu

Friday, July 5, 2013

Dia dan Rasa Sakit...nya


“Ketika rasa sakit itu mengunjungiku lagi, aku hanya menunduk lalu menangis. Dia tidak bosan-bosan menengokku. Sudah ratusan kali dia datang, bahkan sudah triliyunan tetes airmataku yang jatuh. Coba tanyakan padanya, mengapa harus aku? aku sudah tau rasanya sesak didada karna menahannya, aku sudah paham rasanya lemas disekujur tubuh ketika dia datang, aku sudah mengerti saat tanganku dingin dan gemetar karna takut menghadapinya, akupun sudah hafal rasanya kehilangan keseimbangan tubuh yang membuatku terjatuh karna tidak sanggup mengatasinya, bahkan aku selalu ingat tangisan pilu setiap aku merasakannya, iya, dia: rasa sakit.
Lalu mengapa harus aku yang lagi-lagi kau singgahi? Aku tidak mengerti apakah ini membuatku semakin kuat atau justru membuatku hancur? Tapi yang pasti, aku lelah.” 

CinDi, 20th.

Thursday, July 4, 2013

No title

Diutamakan memang membuat kita merasa istimewa, namun jangan harap diutamakan jika pilihanmu tidak 'meyakinkan'. -CacaaRP

Kamu pasti menemukan cinta sejatimu. Siapapun dia, tapi yang pasti bukan dia yang selalu menyakitimu. -CacaaRP

Jika kamu sibuk mencintai orang yang selalu menyakitimu, tinggalkanlah. Karna mereka yang mencintaimu, hatimu, perasaanmu, dan dirimu sendiri punya hak lebih untuk kamu cintai. -CacaaRP

Bagaimana mungkin dia berjanji untuk setia padamu jika janjinya untuk menemuimu saja sering tidak ditepati. -CacaaRP

Orang yang benar-benar menyayangimu adalah orang yang memperlakukanmu seperti dirinya ingin diperlakukan. Lalu ia memperlakukanmu seperti perlakuan istimewa yang belum pernah ia dapatkan.
-CacaaRP

Monday, July 1, 2013

Tuhan menciptakanmu, Rio!

Sebenarnya, ini bukan tentang kesaksianku atas rasa yang tak terkendali. Bukan tentang seberapa sering aku ‘membuatmu’ hadir di mimpi atau kehidupan nyataku. Ini tentang aku yang hingga kini belum juga mengerti mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang begitu dalam untukmu, mengapa Tuhan membuatmu sangat indah dimataku. Ia seakan membungkusmu dengan pita yang indah, kertas warna-warni, dan hiasan sempurna yang membuatku jatuh cinta, lalu sangat tertarik untuk memilikimu. 
Kini waktu sudah berlalu jauh setelah aku benar-benar memilikimu. Tapi Tuhan memang sangat mengistimewakanmu. Sepertinya Ia menciptakanmu dengan warna yang tak pernah sama setiap harinya, sehingga aku tidak mungkin bosan melewati setiap detik bersamamu. Kamu selalu terlihat baru meskipun waktu telah membuka setiap lapisan dari dirimu. Kamu selalu punya cara berbeda untuk menyenangkanku. Kamu adalah alasan dibalik senyum dan tangisku.
Kamu sudah terlalu jauh masuk dalam kehidupanku, bahkan kini benar-benar menjadi bagian dari hidupku. Kamu sangat berperan dalam keputusan besar di hidupku, kamu menjadi tenaga untuk menguatkanku, dan penguat disetiap langkah kakiku. Ketika aku mulai lelah, kamu menopangku dengan cinta yang kuat, lalu menuntunku untuk melangkah kembali.
Ya, begitulah kamu. Itu kenapa terkadang mereka ingin menjadi aku, menjadi aku yang dicintai sebesar ini dijaman segila ini. Tapi jangan pernah takut tidak mendapatkan cinta dengan kadar sebesar kamu, karna selalu ada balasan dengan besaran yang sama setiap kita melakukan sesuatu. Dan Tuhan sangat menyayangimu, sayang... dia memberimu ‘aku’ yang juga sangat-sangat mencintaimu. Entah lebih besar cinta siapa, hanya Tuhan yang tau. Tapi bukankah cinta bukan sebuah pertandingan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah? Jadi jika kamu bilang cintamu melebihi cintaku, akupun begitu. Tapi sekali lagi cinta bukan pertandingan, jadi aku tidak terlalu peduli cinta siapa yang lebih besar, yang pasti aku selalu bersyukur Tuhan menciptakan kamu dan aku untuk menjadi kita. Sehingga cinta itu ‘semakin’ lebih besar dan kuat, karna cintaku dan cintamu telah menjadi cinta kita.
Dan bersyukurlah kamu yang diciptakan sehebat ini oleh Tuhan, berbahagialah karna saat ini kamu tau, ada aku yang sangat bangga memiliki kamu.
Sepertinya perlahan aku tau mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang sangat dalam untukmu, jawabannya: Karna Tuhan menciptakan kamu sebagai lelaki yang tidak pantas dicintai dengan biasa. Itu sebabnya aku mencintaimu dengan sangat luar biasa.
So what am I gonna do when the best part of me was always you?

Thank you, Rio Sutrisno Piliang!
 
The Crown Princess Blogger Template by Ipietoon Blogger Template