Wednesday, September 18, 2013

Kamu dan Tuhanku (37 month)

Hai, selamat malam kamu yang aku harap selalu ada satu shaf di depanku...

Aku baru saja merenungi pembicaraan kita tentang Sang Maha Agung – Allah SWT. Betapa Ia sangat menyayangi kita. Atas kuasaNya, kita dipertemukan melalui pandangan yang hingga kini masih teringat jelas di benakku. Sampai kita melangkah ke tahun keempat ini, kita masih dipersatukan dalam cinta yang tidak pernah seorangpun mampu mengalihkannya, Alhamdulillah.
Kadang jarak membuat kita terpisah, tapi Dia selalu membuka jalan dan membuat kita berada di tanah yang sama. Selama bersamamu, sudah banyak keajaiban yang Ia tunjukkan. Begitu hebat Ia melindungi kita dari segala musibah dan marabahaya.

Ia pernah menempatkanku dalam posisi yang sangat aku benci, yang sangat aku kutuk – begitupun dengan kamu. Karena itu, Ia mempertemukan kita di scene yang hampir sama, lalu menge-take kita sesuai alur ceritaNya, namun kita dituntut memerankan skenario yang masalahnya harus kita selesaikan sendiri. Memasuki tahun keempat ini, perlahan aku mulai menemukan titik terang untuk menyelesaikan scene ini dengan baik. Bagian dimana aku merasa kesulitan meng-handle keadaan. Tapi denganmu, denganmu...... dengan lelaki yang Allah pertemukan empat tahun lalu, aku mampu menerima dan menerapkan rasa bersyukur itu. Rasa syukur yang membuatku tenang dan tidak pernah merasa kekurangan, yang menjauhkanku dari rasa sirik seperti penyakit orang jaman sekarang. 

‘Allah.... apakah dia memang lelaki tepat yang mampu membahagiakanku seperti yang Ayahku lakukan?’
‘Allah.... semoga dia memang lelaki tepat yang mampu membahagiakanku dunia akhirat dan yang seperti Ayahku lakukan.’
Kamu tau itu apa? Itu pertanyaan dan do’a yang selalu aku ulang-ulang dalam hati dan sujudku. Aku memang tidak tahu apa jawabanNya. Tapi yang aku tahu, kamu sangat setia dan menyayangiku, semoga itu salah satu jawaban yang Ia tunjukkan dari sikapmu. 

Aku jatuh cinta dengan air yang membasahi muka, tangan dan kakimu setelah kamu berwudhu. Aku jatuh cinta dengan caramu menggelar sajadah, aku jatuh cinta dengan caramu berbincang denganNya dihadapan kiblat. Aku jatuh cinta dengan sujudmu menyembahNya. Aku jatuh cinta dengan caramu megangkat kedua tangan sejajar di dadamu. Sungguh kamu lelaki paling tampan setelah Papa dan adikku. 
 
Orang bilang everything happens for a reason, yang aku harap Allah mempertemukan kita bukan untuk sebuah kenangan yang akhirnya terbuang, bukan untuk sebuah pengalaman yang nantinya akan dilupakan. Semoga ini bukan hubungan yang sementara, tapi yang akan menemui pelaminan dan selama-lamanya. 

Allah.... jika Engkau Maha Pencemburu, maka ingatkanlah kami untuk selalu mengingatMu. Maaf jika kami tidak tahu diri, tapi jika kami boleh meminta, mohon berkahilah kami disetiap langkah menuju ridhoMu. Kuatkanlah kami melawati setiap godaan dan cobaan yang datang maupun akan datang. Mudahkanlah jalan kami untuk sampai pada saat dimana kami menunaikan Sunnah RasulMu. Hingga Husnul Khotimah jiwa kami ketika menghadapMu nanti. Amiin..

 Untukmu dan Tuhanku...... Terimakasih.
 Selamat 37 bulan:-)

Wednesday, July 17, 2013

Sekeping Jawab Jutaan Tanya; Rindu

Pernah ada ‘bulan’ ini dulu, indah. aku jatuh cinta, dan di-jatuh cintai oleh orang yang sama. Tapi hari tidak pernah sama, cinta membuatnya berwarna.
Mengenang tatapan indah yang membuatku tersipu, justru mengundang luka. Aku hanya rindu. Mata itu... yang dulu menatapku berbinar-binar mengungkapkan cinta, kini sudah tampil biasa.
Lalu aku ingin kembali ke masa itu, ke kota itu. Kota yang menjadi saksi betapa dua anak Adam saling jatuh cinta. Yang mempertemukan matanya dengan mataku, dan menyatukan hatinya dengan hatiku. Aku ingin mengulang setiap detik berharga ketika aku di-jatuh cintai olehmu. Ketika tatapan itu masih milikku, dan ketika semua hal manis dialamatkan padaku.
Andai waktu bisa kembali, atau keadaan mampu mengulang waktu, aku ingin dijadikan objek dari kamu yang sedang jatuh cinta. Andai itu bisa dibeli, aku akan berusaha mengumpulkan banyak uang untuk membeli perasaanmu agar sama seperti dulu. Aku akan berusaha membeli tatapanmu, agar hangat dan memperhatikanku seperti waktu itu. Aku akan berusaha membeli kata-kata tulusmu agar dapat menarik garis senyum di bibirku. Tapi sayangnya itu hanya ‘andai’, nyatanya keadaan memaksaku melambai pada masa lalu yang indah itu.
Ketika rindu itu menanyakanmu, aku harus jawab apa? Apa yang harus aku katakan padanya tentang kamu? Ia banyak bertanya, sementara jawabanmu hanya satu: “aku tetap sayang kamu”. Perasaanku bersorak riang, tapi logika tak sampai. Bukan hanya kata sayang yang diharapkan, tapi perhatian juga berperan penting untuk menghapus kesepian.
Bertahun-tahun aku memperhatikanmu, bertahun-tahun aku jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali. Hingga aku tidak tahu kapan hatiku beristirahat dari rutinitas kerjanya mencintaimu.
Jatuh cinta dengan orang yang sama, di waktu yang lama, dan dengan keadaan berbeda itu sulit. Tapi nyatanya aku bisa! Walaupun aku juga harus berusaha membuatmu kembali jatuh cinta pada orang yang sama pula; aku.

Triliyunan Rindu,

Aku-mu

Friday, July 5, 2013

Dia dan Rasa Sakit...nya


“Ketika rasa sakit itu mengunjungiku lagi, aku hanya menunduk lalu menangis. Dia tidak bosan-bosan menengokku. Sudah ratusan kali dia datang, bahkan sudah triliyunan tetes airmataku yang jatuh. Coba tanyakan padanya, mengapa harus aku? aku sudah tau rasanya sesak didada karna menahannya, aku sudah paham rasanya lemas disekujur tubuh ketika dia datang, aku sudah mengerti saat tanganku dingin dan gemetar karna takut menghadapinya, akupun sudah hafal rasanya kehilangan keseimbangan tubuh yang membuatku terjatuh karna tidak sanggup mengatasinya, bahkan aku selalu ingat tangisan pilu setiap aku merasakannya, iya, dia: rasa sakit.
Lalu mengapa harus aku yang lagi-lagi kau singgahi? Aku tidak mengerti apakah ini membuatku semakin kuat atau justru membuatku hancur? Tapi yang pasti, aku lelah.” 

CinDi, 20th.

Thursday, July 4, 2013

No title

Diutamakan memang membuat kita merasa istimewa, namun jangan harap diutamakan jika pilihanmu tidak 'meyakinkan'. -CacaaRP

Kamu pasti menemukan cinta sejatimu. Siapapun dia, tapi yang pasti bukan dia yang selalu menyakitimu. -CacaaRP

Jika kamu sibuk mencintai orang yang selalu menyakitimu, tinggalkanlah. Karna mereka yang mencintaimu, hatimu, perasaanmu, dan dirimu sendiri punya hak lebih untuk kamu cintai. -CacaaRP

Bagaimana mungkin dia berjanji untuk setia padamu jika janjinya untuk menemuimu saja sering tidak ditepati. -CacaaRP

Orang yang benar-benar menyayangimu adalah orang yang memperlakukanmu seperti dirinya ingin diperlakukan. Lalu ia memperlakukanmu seperti perlakuan istimewa yang belum pernah ia dapatkan.
-CacaaRP

Monday, July 1, 2013

Tuhan menciptakanmu, Rio!

Sebenarnya, ini bukan tentang kesaksianku atas rasa yang tak terkendali. Bukan tentang seberapa sering aku ‘membuatmu’ hadir di mimpi atau kehidupan nyataku. Ini tentang aku yang hingga kini belum juga mengerti mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang begitu dalam untukmu, mengapa Tuhan membuatmu sangat indah dimataku. Ia seakan membungkusmu dengan pita yang indah, kertas warna-warni, dan hiasan sempurna yang membuatku jatuh cinta, lalu sangat tertarik untuk memilikimu. 
Kini waktu sudah berlalu jauh setelah aku benar-benar memilikimu. Tapi Tuhan memang sangat mengistimewakanmu. Sepertinya Ia menciptakanmu dengan warna yang tak pernah sama setiap harinya, sehingga aku tidak mungkin bosan melewati setiap detik bersamamu. Kamu selalu terlihat baru meskipun waktu telah membuka setiap lapisan dari dirimu. Kamu selalu punya cara berbeda untuk menyenangkanku. Kamu adalah alasan dibalik senyum dan tangisku.
Kamu sudah terlalu jauh masuk dalam kehidupanku, bahkan kini benar-benar menjadi bagian dari hidupku. Kamu sangat berperan dalam keputusan besar di hidupku, kamu menjadi tenaga untuk menguatkanku, dan penguat disetiap langkah kakiku. Ketika aku mulai lelah, kamu menopangku dengan cinta yang kuat, lalu menuntunku untuk melangkah kembali.
Ya, begitulah kamu. Itu kenapa terkadang mereka ingin menjadi aku, menjadi aku yang dicintai sebesar ini dijaman segila ini. Tapi jangan pernah takut tidak mendapatkan cinta dengan kadar sebesar kamu, karna selalu ada balasan dengan besaran yang sama setiap kita melakukan sesuatu. Dan Tuhan sangat menyayangimu, sayang... dia memberimu ‘aku’ yang juga sangat-sangat mencintaimu. Entah lebih besar cinta siapa, hanya Tuhan yang tau. Tapi bukankah cinta bukan sebuah pertandingan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah? Jadi jika kamu bilang cintamu melebihi cintaku, akupun begitu. Tapi sekali lagi cinta bukan pertandingan, jadi aku tidak terlalu peduli cinta siapa yang lebih besar, yang pasti aku selalu bersyukur Tuhan menciptakan kamu dan aku untuk menjadi kita. Sehingga cinta itu ‘semakin’ lebih besar dan kuat, karna cintaku dan cintamu telah menjadi cinta kita.
Dan bersyukurlah kamu yang diciptakan sehebat ini oleh Tuhan, berbahagialah karna saat ini kamu tau, ada aku yang sangat bangga memiliki kamu.
Sepertinya perlahan aku tau mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang sangat dalam untukmu, jawabannya: Karna Tuhan menciptakan kamu sebagai lelaki yang tidak pantas dicintai dengan biasa. Itu sebabnya aku mencintaimu dengan sangat luar biasa.
So what am I gonna do when the best part of me was always you?

Thank you, Rio Sutrisno Piliang!

Tuesday, June 25, 2013

HAPPY BIRTHDAY TO ME!!

Sebenernya ulang tahun gue tuh kemaren sih, 24 Juni. Tapi karna sibuk bener gitu kan jadi ngga sempet nih ngeblog-blogan gitu. Oke, jadi ini gue mau cerita tentang ulang tahun gue lusa kemaren – yang model-model ftv giduuwww

24 Juni, 2013.

Sama lah kayak orang yang lagi ulang tahun lainnya dari pagi sampe sore. Ucapan-ucapan dll. Karna gue balik kampus sore, jadi gue ngga ketemu Rio tuh. Kebetulan Rio juga kuliah sampe jam 5 sore.
Sekitar jam 17.30 Rio ke kost-an gue. Dia dateng bawa satu tangkai mawar putih. Disitu dia bilang, “kamu ngga seneng ya hari ini? Maaf ya, kamu tau sendiri aku ngga jago bikin surprise gitu. Kadonya juga ntar aja ya kamu pilih sendiri deh maunya apaan. Sekarang kita keluar aja yuk biar kamu ngga bete.” Gue sih ngga mikir dia bakal ngelakuin sesuatu lah, soalnya Rio tuh emang jarang banget ngegombal atau ngasih kejutan romantis. Dia emang perhatian, tapi kalo lagi sibuk yaudah ngga bisa diganggu. Dibilang cuek tapi dia perhatian, dibilang perhatian juga ngga jarang dia cuek.

Kita keluar makan bareng kayak biasanya. Tapi dia nganterin gue balik kost-an lagi karna udah mau deket maghrib. Rencananya sih dia mau ngajak gue ke toko kue di daerah dago, abis itu gue mau traktir dia makan.
Pas nyampe kost-an, hp Rio bunyi. Terus dia ngomong apaan kaga tau gue. Yang jelas dia bilang gini ke gue, “aku ke rumah Wahyu dulu ya mau balikin catetan Erga yang aku pinjem, td dia nelpon suruh balikin ke Wahyu aja. Aku sebentar doang ko. Kamu siap-siap ya.” Nah disini gue mulai aneh, ngga biasanya Rio ninggalin gue pas lagi ngapel gitu. Kemanapun dia pergi kalo lagi sama gue, pasti dia ajak gue. Ditambah lumayan lama dia perginya, padahal rumah Wahyu itu ngga jauh dari kost-an gue. Dengan pikiran geer seorang cewek ‘ABG’ gue mikir, mungkin Rio lagi beli kue terus mau bawain ke kost-an. Gue mikir gitu sambil senyum-senyum sendiri. Tapi antara yakin ngga yakin sih, ngga yakinnya karna mana mungkin seorang Rio bisa ngasih surprise. Ultah tahun kemaren aja kuenya keburu ketauan gue dulu sebelum jam 12 malem. Tapi akhirnya gue memutuskan untuk ngga menebak-nebak. Sekitar setengah jam kemudian Rio dateng dengan ekspresi lelahnya yang sama kayak biasa dia balik ngampus. Dia bilang sih macet banget. Yaudah gue percaya aja. Udah ngga mikir apa-apa tuh gue disitu. Jam 6 sore lebih kita keluar, sepanjang jalan Rio ngeliatin jam mulu. Dia nanya mau di toko kue yang biasa kita beli kue di daerah Dago atau di daerah mana gue ngga tau nama jalannya, gue bilang aja terserah. Dia ngajak gue ke toko pilihan kedua itu, sampe depan toko itu dia nanya lagi, “disini atau Dago?” gue bilang “kayaknya enakan di Dago deh.” Terus dia langsung tancap gas ke Dago. Gue masih polos dan ngga mikir apa-apa.
Sampe di toko kue itu, Rio langsung ngajak gue ke atas. Aneh sih kok gue ngga disuruh milih-milih kuenya dulu. Dia bilang nanti aja diatas, gue nurut-nurut aja.
Duduklah gue di kursi situ, Rio cuma nganterin gue doang terus dia langsung turun lagi kebawah, gue pikir dia mau ke toilet, soalnya hampir setiap ke tempat makan pasti dateng-dateng dia ke toilet dulu. Semenit, dua menit, tiga menit, sepuluh menit. Entah sampe menit keberapa Rio belum nyamperin gue juga, mau telepon juga gue inget hpnya mati, batrenya abis. Tengok kanan kiri melongo aja gue disitu, untung aja sepi cuma ada bapa-bapa sama ibu-ibu yang lagi ngobrol dan waiters.
Pas gue lagi liat kebawah, gue liat Rio masuk kedalem sama cowok bawa bunga. Wah gue mikir udah pasti Rio bakal nyamperin gue terus nyuruh gue milih mau bunga yang mana. Gue udah senyum-senyum kegeeran aja tuh. Akhirnya dari tangga ada cowok naik, bawa satu buket bunga mawar putih dan biola. Dia taro tuh bunga di meja gue, terus dia mainin biolanya. Lagu Happy Birthday dan First Love. Sumpah gue salting abiieeeezzzz ngga tau harus gimana, gatau deh muka gue berbentuk ekspresi tolol seperti apa. Yang jelas gue cengar-cengir mulu speechless men!! Gue ngga tau harus ngapain. Gue ngga ngerti kenapa gue bisa ada di posisi artis ftv yang dapet peran di-romantisin cowoknya.
ini orang yang mainin biolanya

satu buket mawar putih, satu buket mawar merah dan satu tangkai mawar putih
Tuh cowok pemain biola akhirnya selesai juga konsernya, dia pergi. Beberapa menit kemudian tuh cowok nongol lagi di barisan paling depan manusia-manusia yang menaiki tangga dan berjalan kearah gue. Si laki-laki tadi mainin biolanya lagi, waiters bawain bolu dan disusul Laki gue bawain satu buket mawar merah (lagi).


Aaaaahhhh disitu perasaan gue ngga karuan deh, campur aduk lah. Seneng, kaget, dan terharu juga Rio bisa ngelakuin itu buat gue. Seorang Rio kok bisa gitu? Padahal hampir 3 tahun ini Rio orang yang bisa dibilang ngga pernah ngasih surprise romantis kayak gitu. Dia paling ngga bisa gombal-gombal apalagi bersikap romantis gitu. Paling juga sekali-sekali dan masih dalam batasan ‘normal’ lah. Ya mungkin kejutannya biasa dan sederhana, tapi buat gue ini gila banget! Gila aja kalo seorang Rio bisa ngelakuin hal kayak gitu. Dan gila juga sih ada di posisi gue saat itu.
Ternyata Rio udah nyiapin itu untuk gue buat jam 7 malem, makanya sepanjang jalan berkali-kali dia liatin jam. Dan ternyata dia bangun kesiangan di hari ulang tahun gue, sampe ngga kuliah pagi itu karna susah tidur kepikiran rencana dia itu. Dan dia baru masuk kuliah jam 1 siang. Dia bilang, “Malem itu aku deg-degan takutnya pas hari-H malah berantakan. Aku ngga pernah ngelakuin ini sebelumnya, ini baru pertama kali. Jadi aku takut banget gagal.”
Terus gue tanya kok bisa dia ngelakuin itu buat gue, dia bilang, “Yaudalah sekali-sekali aku buat kamu seneng, ngasih kamu surprise. Walaupun sederhana, tapi yang penting kamu selalu inget hari ini. Pertama kalinya aku ngelakuin hal kayak gini, karna aku sayang banget sama kamu.”
Nah, ini yang namanya Rio!
hehehehehe
Pokoknya ngga bisa gue jelasin gimana perasaan gue saat itu, sampe mata gue berkaca-kaca. Terharu banget. Seneng karna gue diperlakukan seperti itu. Dan terharu karna setelah hampir 3 tahun, Rio masih mencintai gue, bahkan keliatannya dia lebih mencintai gue dibanding dulu. Dia berusaha menyenangkan gue dengan hal yang sebenernya bukan dia banget. Tapi dia mau berusaha untuk bisa, untuk bisa kelihatan romantis biar gue seneng, biar gue tau segitu spesialnya gue buat dia.
Ini gue sama Rio


 
 
Nyokap Bokap juga ngasih 2 kado buat mendukung ‘kesuksesan’ gue, atau kepuasan gue hehe yang jelas gue seneng banget deh bangeeettt!
Gue sangat berterimakasih sama Allah bukan hanya karna sampe 20 tahun ini gue masih dikasih hidup, tapi lebih karna orang-orang yang gue sayang masih hidup nemenin gue sampe saat ini. Ya walaupun eyang tercinta gue – salah satu orang yang paling sayang sama gue, udah lama meninggal. Tapi gue masih bersyukur punya keluarga lengkap. Karna buat gue sih nyesek aja kalo lo masih hidup tapi orang-orang yang lo sayang dan sayang sama lo ngga lengkap lagi. Mungkin kayak dunia ada, tapi lo ngga ngerasa bener-bener hidup kalo salah satu dari mereka ngga hidup.
Gue ngga sempurna, tapi gue dicintai dengan sangat sempurna sama keluarga, dan Rio pastinya. Gue bersyukur dikasih nyokap, bokap, dua adik gue, dan Rio yang sangat mencintai gue. Juga temen-temen yang bener-bener take care of me walaupun dari jauh (ngga perlu disebut karna kalo salah satunya ngga kesebut ntar jeles haha). Sebenernya gue orang yang susah punya temen deket, susah buat gue dapet temen yang menerima kegilaan dan sifat gue yang entahlah mungkin memang menyebalkan hahaha dan butuh waktu bertahun-tahun buat dapet chemistry dan perasaan nyaman untuk jadi tempat gue cerita apapun. Karna gue orang yang blak-blakan tapi tertutup juga, gue hampir ngga pernah curhat sekalipun sama temen deket gue. Tapi ada sih beberapa yang sampe saat ini gue anggep sahabat yang bener-bener tulus, mau gue bersikap gimanapun, mereka tetep terima. Kalo kita berantem, kita ngga diem-dieman, ngga ngomongin dibelakang. Tapi kita beneran berantem. Sampe pernah sama salah satu sahabat gue nih, Nida namanya, gue pernah lempar-lemparan tulang ayam pas lagi berantem hahaha tapi abis itu kita baikan kayak biasa lagi. Yang namanya sahabat, kalo ngga suka ngomong, kalo marah, ngomong langsung. Bukan malah ngomongin di belakang.
Ya intinya ulang tahun ke-20 ini ngebuat gue makin hidup. Kenapa? Karna umur gue makin tua bro! Tanggung jawab gue makin besar, kepala dua itu udah ngga pantes lagi di-empengin nyokap dan dicekokin bokap. Ya walaupun gue sih masih hehe tapi semoga kedepannya gue yang sangat-sangat manja dan selalu dimanjain ini bisa berubah jadi wanita dewasa yang mandiri, ya minimal berani ke mall sendirian gitu.
Pokoknya thank you deh buat kalian yang selalu ada buat gue sampe saat ini. Gue hidup karna kalian hidup!

Friday, June 21, 2013

Untuk Malaikatku, Papa.

Pah, 3 hari lagi tepat 20 tahun Papa jagain aku. Papa lakuin apapun untuk membahagiakanku. Papa itu pahlawanku. Laki-laki yang paling aku cintai di dunia ini, laki-laki yang paling sempurna. Papa hebat! Aku sayang banget sama Papa. Aku sayang Papa melebihi apapun di dunia ini. Papa segalanya buat aku. Papa jangan sakit ya, aku lebih sakit liat papa sakit.

Aku ngga minta apa-apa, Pah, aku cuma ingin Papa sehat, nemenin aku terus, jagain aku seumur hidupku. Memiliki seorang Ayah seperti Papa itu membuat hidupku sempurna. Bahkan aku ngga peduli akan sesulit dan sesakit apapun hidup ini, asal ada Papa, aku ngga punya alasan untuk menangis. Jika ada Papa, aku pasti selalu bisa tersenyum, sesulit dan sesakit apapun keadaannya.

Pah, hidup ini terlalu sempurna untuk ditangisi, hidup ini terlalu indah untuk menyesal dan mengeluh. Aku selalu bahagia, Pah. Aku selalu bahagia karena setiap Aku sedih, aku ingat kalo aku punya Papa. Jadi kesedihan itu hilang, bahkan ngga berbekas. Papa membuat semuanya jadi indah.

Ngga ada yang lebih membahagiakan selain memiliki Mama, Papa, dan kedua adikku. Karena kalian yang menyempurnakan hidupku. Walaupun seluruh dunia akan membenciku, tapi aku tau, cuma kalian yang selalu sayang sama aku. Cuma kalian yang kasih sayangnya tulus, ngga peduli apapun yang aku lakuin.

Papa, papa itu hidupku. Papa adalah nafas dan duniaku. Jangan pernah tinggalin aku ya, Pah. Karena hidup ngga ada artinya tanpa Papa. Dunia ngga pernah ada tanpa Papa. Aku sayang Papa!

Thursday, June 20, 2013

June's flowers

Dari Rio, Juni dua tahun yang lalu.

Wednesday, June 19, 2013

34 month Anniv!

“Happy Anniversary!!!” kata-kata ini yang selalu gue dan Rio ucapin di tanggal 19 setiap bulannya.
Hari ini tepat 34 bulan semenjak kita memulai segalanya dengan cinta. Tapi di anniversary kali ini rasanya beda banget. Gue bahagia banget. Rio ngasih hadiah yang mungkin ngga akan bisa gue lupain seumur hidup gue. Rio ngorbanin sesuatu yang dia pengen dari dulu, ngerelain kesempatan itu pergi gitu aja, nolak uang yang jumlahnya besar banget buat anak kuliahan kayak dia. Dia ngorbanin kebahagiaan dia demi kebahagiaan gue. Dia ngejaga perasaan gue sampe segitunya. Malam sebelum anniversary kita, dia minta tolong gue bukain emailnya. Gue kaget ada email dari salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Undangan. Gue seneng, sumpah gue seneng dan bangga banget sama dia, terus gue kabarain dia lewat telepon. Dari suara dan teriakannya gue tau dia bahagia banget. Gue ikut bahagia. Tapi setelah gue tau kemana aja dan apa aja yang bakal dia ikutin disana, gue ngga bisa terima. Mungkin gue belum bisa liat dia seperti itu. Untuk saat ini gue belum cukup kuat. Gue bingung antara mau jujur atau engga, tapi kalo gue ngga jujur dengan perasaan gue, gue ngga mau nantinya justru gue marah-marah pas dia bener-bener ada disana. Akhirnya gue bilang, “aku ngga suka, untuk saat ini aku belum siap nerima kamu disana.”. saat itu gue kira Rio bakal marah karna gue bersikap seperti itu. Tapi ternyata gue salah, dia ngga marah, ngga ngerayu atau ngebaik-baikin gue biar gue setuju, tapi justru dia bilang, “Yaudah, kalo kamu ngga bahagia, aku ngga akan ngambil itu. Kamu itu penyemangat hidup aku, aku ngga mungkin bisa seperti ini kalo ngga ada kamu yang setia nemenin aku. Yang penting kamu bahagia, dan seenggaknya aku bisa sedikit ngebahagiain kamu. Keputusan aku ini emang yang terbaik buat kita. Toh kebahagiaan itu bukan cuma berbentuk uang. Aku sayang sama kamu, semakin hari aku semakin mencintai kamu.” Tuhan...... gue ngga pernah nyangka akan dicintai sebesar itu, gue ngga nyangka akan ada laki-laki lain selain bokap gue, yang rela menukar kebahagiannya dengan kebahagian gue, yang mampu memperjuangkan gue sejauh ini. Bukannya gue jahat, tapi emang susah ada di posisi gue, dan pas gue bilang ke Rio, “gimana kalo kamu yg ada di posisi aku?” dia ngga ngejawab, karna gue yakin Rio juga akan punya perasaan yang sama kayak gue. Tapi semoga seiring berjalannya waktu, gue bisa makin kuat dengan keadaan bagaimanapun. Dan gue sama Rio semakin dewasa biar bisa nerima setiap kemajuan positif di hidup kita.
Rio memang sangat mencintai gue, dia ngga pernah ngijinin gue ‘jalan’ sendiri. Dia selalu ada kapanpun gue mau, dia selalu ngeluangin waktunya buat gue ditengah-tengah kesibukannya. Dia selalu ngejaga gue. Kalo gue mau pergi sama temen gue dan dia anterin ketempat temen gue, pasti dia selalu bilang ke temen gue, “titip Caca ya.” Kadang dia menambahkan kalimatnya dengan gurauan dan tawanya, “jangan sampe lecet ya cewe gue, lecet dikit aja gue ngga mau.”
Ya walaupun ngga jarang kita bertengkar bahkan bertengkar hebat, tapi gue pikir itu sebuah tahap pendewasaan dan agar kita lebih mengenal pribadi masing-masing baik atau buruknya. Emang sih sering juga dia nyebelin, tapi dia laki-laki yang sangat menghargai kesetiaan, dan pastinya kejujuran. Sebesar apapun masalah kita, Alhamdulillah ngga pernah ada masalah tentang orang ketiga. Kayak gue atau dia ‘macem-macem’ sama cowo atau cewe lain, gue bersyukur itu ngga pernah terjadi. Dan gue harap selamanya itu ngga akan pernah terjadi.
Dan di tanggal 19 yang ke 34 kali ini, dia masakain mie goreng kesukaan gue. Gue ngga ngerti itu mie diapain sampe bisa seenak itu, yang jelas gue doyan banget. Ya, Rio emang jago masak. Yang gue ngga bisa, Rio bisa. Yang gue bikin ngga enak, tapi kalo ditangan dia ngga tau kenapa tuh makanan jadi enak.
Itu kenapa gue sangat-sangat mencintai dia. Sesulit apapun masalah yang kita hadapin, seberat apapun cobaan yang datang, dan sebanyak apapun air mata yang kita keluarin, kita cuma punya satu alasan untuk selalu bertahan: kita saling sayang.
Buat gue sama Rio, kalo kita saling sayang, ngga ada alasan untuk kita berpisah. Selama rasa sayang itu masih ada (semoga selalu ada), semuanya bisa diperbaiki. Karna rasa sayang, rasa cinta, mampu mengalahkan keegoisan berjenis apapun. Tapi jangan pernah ‘main-main’ dengan orang ketiga. Jangan pernah sekali-sekali membawa orang ketiga masuk dalam hubungan lo. Karna sakitnya ngga akan pernah bisa hilang, kepercayaan pasangan ngga akan sama lagi. Selamanya hubungan kalian akan dihantui rasa takut terjadi hal yang sama lagi.
“Semakin hari aku semakin mencintai kamu.” Kalimat itu yang selalu dia bilang sebelum tidur dan setiap nganterin gue pulang.
Oh iya, dengan postingan pertama gue ini, blog ke-3 ini jadi resmi ya. semoga kali ini bener-bener keurus blognya hehe
 
The Crown Princess Blogger Template by Ipietoon Blogger Template