Hai, selamat malam kamu yang aku harap selalu ada satu shaf
di depanku...
Aku baru saja merenungi pembicaraan kita tentang Sang Maha
Agung – Allah SWT. Betapa Ia sangat menyayangi kita. Atas kuasaNya, kita
dipertemukan melalui pandangan yang hingga kini masih teringat jelas di
benakku. Sampai kita melangkah ke tahun keempat ini, kita masih dipersatukan
dalam cinta yang tidak pernah seorangpun mampu mengalihkannya, Alhamdulillah.
Kadang jarak membuat kita terpisah, tapi Dia selalu membuka
jalan dan membuat kita berada di tanah yang sama. Selama bersamamu, sudah banyak
keajaiban yang Ia tunjukkan. Begitu hebat Ia melindungi kita dari segala
musibah dan marabahaya.
Ia pernah menempatkanku dalam posisi yang sangat aku benci,
yang sangat aku kutuk – begitupun dengan kamu. Karena itu, Ia mempertemukan kita di scene
yang hampir sama, lalu menge-take kita sesuai alur ceritaNya, namun kita
dituntut memerankan skenario yang masalahnya harus kita selesaikan sendiri. Memasuki
tahun keempat ini, perlahan aku mulai menemukan titik terang untuk
menyelesaikan scene ini dengan baik. Bagian dimana aku merasa kesulitan
meng-handle keadaan. Tapi denganmu, denganmu...... dengan lelaki yang Allah
pertemukan empat tahun lalu, aku mampu menerima dan menerapkan rasa bersyukur
itu. Rasa syukur yang membuatku tenang dan tidak pernah merasa kekurangan, yang
menjauhkanku dari rasa sirik seperti penyakit orang jaman sekarang.
‘Allah.... apakah dia memang lelaki tepat yang mampu
membahagiakanku seperti yang Ayahku lakukan?’
‘Allah.... semoga dia memang lelaki tepat yang mampu
membahagiakanku dunia akhirat dan yang seperti Ayahku lakukan.’
Kamu tau itu apa? Itu pertanyaan dan do’a yang selalu aku ulang-ulang
dalam hati dan sujudku. Aku memang tidak tahu apa jawabanNya. Tapi yang aku
tahu, kamu sangat setia dan menyayangiku, semoga itu salah satu jawaban yang Ia
tunjukkan dari sikapmu.
Aku jatuh cinta dengan air yang membasahi muka, tangan dan
kakimu setelah kamu berwudhu. Aku jatuh cinta dengan caramu menggelar sajadah,
aku jatuh cinta dengan caramu berbincang denganNya dihadapan kiblat. Aku jatuh
cinta dengan sujudmu menyembahNya. Aku jatuh cinta dengan caramu megangkat
kedua tangan sejajar di dadamu. Sungguh kamu lelaki paling tampan setelah Papa
dan adikku.
Orang bilang everything happens for a reason, yang aku harap
Allah mempertemukan kita bukan untuk sebuah kenangan yang akhirnya terbuang,
bukan untuk sebuah pengalaman yang nantinya akan dilupakan. Semoga ini
bukan hubungan yang sementara, tapi yang akan menemui pelaminan dan
selama-lamanya.
Allah.... jika Engkau Maha Pencemburu, maka ingatkanlah kami
untuk selalu mengingatMu. Maaf jika kami tidak tahu diri, tapi jika kami boleh
meminta, mohon berkahilah kami disetiap langkah menuju ridhoMu. Kuatkanlah kami
melawati setiap godaan dan cobaan yang datang maupun akan datang. Mudahkanlah
jalan kami untuk sampai pada saat dimana kami menunaikan Sunnah RasulMu. Hingga
Husnul Khotimah jiwa kami ketika menghadapMu nanti. Amiin..
Untukmu dan Tuhanku...... Terimakasih.
Selamat 37 bulan:-)
0 comments:
Post a Comment