Wednesday, September 18, 2013

Kamu dan Tuhanku (37 month)

Hai, selamat malam kamu yang aku harap selalu ada satu shaf di depanku...

Aku baru saja merenungi pembicaraan kita tentang Sang Maha Agung – Allah SWT. Betapa Ia sangat menyayangi kita. Atas kuasaNya, kita dipertemukan melalui pandangan yang hingga kini masih teringat jelas di benakku. Sampai kita melangkah ke tahun keempat ini, kita masih dipersatukan dalam cinta yang tidak pernah seorangpun mampu mengalihkannya, Alhamdulillah.
Kadang jarak membuat kita terpisah, tapi Dia selalu membuka jalan dan membuat kita berada di tanah yang sama. Selama bersamamu, sudah banyak keajaiban yang Ia tunjukkan. Begitu hebat Ia melindungi kita dari segala musibah dan marabahaya.

Ia pernah menempatkanku dalam posisi yang sangat aku benci, yang sangat aku kutuk – begitupun dengan kamu. Karena itu, Ia mempertemukan kita di scene yang hampir sama, lalu menge-take kita sesuai alur ceritaNya, namun kita dituntut memerankan skenario yang masalahnya harus kita selesaikan sendiri. Memasuki tahun keempat ini, perlahan aku mulai menemukan titik terang untuk menyelesaikan scene ini dengan baik. Bagian dimana aku merasa kesulitan meng-handle keadaan. Tapi denganmu, denganmu...... dengan lelaki yang Allah pertemukan empat tahun lalu, aku mampu menerima dan menerapkan rasa bersyukur itu. Rasa syukur yang membuatku tenang dan tidak pernah merasa kekurangan, yang menjauhkanku dari rasa sirik seperti penyakit orang jaman sekarang. 

‘Allah.... apakah dia memang lelaki tepat yang mampu membahagiakanku seperti yang Ayahku lakukan?’
‘Allah.... semoga dia memang lelaki tepat yang mampu membahagiakanku dunia akhirat dan yang seperti Ayahku lakukan.’
Kamu tau itu apa? Itu pertanyaan dan do’a yang selalu aku ulang-ulang dalam hati dan sujudku. Aku memang tidak tahu apa jawabanNya. Tapi yang aku tahu, kamu sangat setia dan menyayangiku, semoga itu salah satu jawaban yang Ia tunjukkan dari sikapmu. 

Aku jatuh cinta dengan air yang membasahi muka, tangan dan kakimu setelah kamu berwudhu. Aku jatuh cinta dengan caramu menggelar sajadah, aku jatuh cinta dengan caramu berbincang denganNya dihadapan kiblat. Aku jatuh cinta dengan sujudmu menyembahNya. Aku jatuh cinta dengan caramu megangkat kedua tangan sejajar di dadamu. Sungguh kamu lelaki paling tampan setelah Papa dan adikku. 
 
Orang bilang everything happens for a reason, yang aku harap Allah mempertemukan kita bukan untuk sebuah kenangan yang akhirnya terbuang, bukan untuk sebuah pengalaman yang nantinya akan dilupakan. Semoga ini bukan hubungan yang sementara, tapi yang akan menemui pelaminan dan selama-lamanya. 

Allah.... jika Engkau Maha Pencemburu, maka ingatkanlah kami untuk selalu mengingatMu. Maaf jika kami tidak tahu diri, tapi jika kami boleh meminta, mohon berkahilah kami disetiap langkah menuju ridhoMu. Kuatkanlah kami melawati setiap godaan dan cobaan yang datang maupun akan datang. Mudahkanlah jalan kami untuk sampai pada saat dimana kami menunaikan Sunnah RasulMu. Hingga Husnul Khotimah jiwa kami ketika menghadapMu nanti. Amiin..

 Untukmu dan Tuhanku...... Terimakasih.
 Selamat 37 bulan:-)

0 comments:

Post a Comment

 
The Crown Princess Blogger Template by Ipietoon Blogger Template