Hari ini tepat 43 bulan sejak “invitation”-mu ku-accept. Setelah 2x kutolak, iseng-iseng berhadiah yang kau mainkan pada 19 Agustus 2010 ternyata mampu meruntuhkan dinding penolakanku. Terima kasih sudah memperhatikanku sejak usiamu masih 15 tahun, tapi aku masih buta saat itu. Jika waktu mampu kukendalikan, aku pasti memilihmu sejak kulihat kepalamu yang muncul dipojok jendela kelasku. Tapi, ah, sudahlah, aku cukup bahagia bisa mendampingimu di hari pertambahan usiamu ke 17, hingga tahun ini menginjak 21, insya Allah. Sungguh, aku tidak pernah berkhayal menikmati manis dan menyeberangi getirnya hidup dengan lelaki menyebalkan yang pernah meminta kentang goreng yang kubeli di kantin sekolah. Tapi nyatanya….Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia. I didn’t choose to fall in love with you, but my heart did! Dan sejak itu, mulai teruntai banyak do'a untuk kamu, untuk kita. Semoga Tuhan meridhoi.
PS: Untuk kamu yang handphone-nya penuh dengan pesan cerewetku, semoga daily text yang kukirim selalu mampu menarik garis senyum di wajahmu.
0 comments:
Post a Comment