Wednesday, February 17, 2016

Untuk Wanita Cantik yang Baik Namun Rapuh Hatinya

Tulisan ini mungkin akan sangat panjang, karena menyembuhkan luka dihati seorang wanita pun butuh proses yang panjang. Semoga bermanfaat untuk kita, para wanita:)
Dear sahabat-sahabat sesama wanita…
Gw yakin kita sama-sama pernah merasakan jatuh cinta dan jatuh karena cinta. Jatuh cinta selalu indah, menyenangkan, dan kalian pun bisa dengan bebas mengekspresikannya dengan cara masing-masing. Tapi jatuh karena cinta adalah hal menyakitkan yang seringkali sulit kita cari penawarnya.
Sakit hati, broken heart, galau, gagal move on, adalah kata yang lebih populer dari jatuh cinta. Bahkan lagu-lagu dan tulisan galau lebih diminati oleh orang banyak dan kita tentunya. Dan laki-laki pun menjadi penyebab populernya kata ‘galau’.
Sebelum kita menyalahkan laki-laki, ada baiknya kita melihat diri kita. Apa sudah pantas dicintai? Apa sudah pantas diperlakukan baik oleh seorang lelaki? Apa sudah pantas dihargai? Jika merasa yakin kita pantas mendapatkan yang terbaik dan sudah memberikan yang terbaik tapi dia tetap menyakiti, gw akan ngasih solusi agar sakitnya sedikit terobati.
Pernah merasa sudah melakukan dan memberikan yang terbaik tapi perlakuan yang kita dapatkan justru sebaliknya? Laki-laki seringkali menyakiti kita, memperlakukan kita seenaknya, padahal segala yang terbaik baginya dan yang membuatnya bahagia sudah kita beri, bahkan kita rela mengorbankan hal-hal penting dalam hidup kita demi membahagiakannya, waktu, dan perasaan tentunya. Tapi meski sudah disakiti berjuta kali, kita tidak ingin pergi darinya, kita tidak ingin ditinggalkannya. Kita tidak mempunyai hati yang cukup kuat untuk kehilangan dia.
Memang tidak mudah untuk merelakan orang yang teramat sangat kita cintai pergi. Tapi, girls, apa lebih mudah membiarkan orang yang kita cintai terus-menerus menyakiti kita? Apa kita akan bahagia hidup dengan laki-laki yang tidak mencintai kita? Jangan pernah percaya kata cintanya jika dia masih menyakiti kita. Karena jika seseorang mencintai kita, dia tidak akan pernah membiarkan kita disakiti oleh siapapun terlebih olehnya. Jika seorang laki-laki mencintai kita, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kita, dia tidak akan rela melihat kita menangis. Coba tanya pada diri kita apa selama bersamanya kita lebih banyak tersenyum atau menangis? Sebenarnya kita tau bahwa kita tidak bahagia, tapi kita masih tidak ingin mengakuinya karena cinta kita lebih besar dari rasa sakit kita.
Tapi, dampak dari galau, susah move on, dan sering menangis itu sangat tidak baik untuk kita. Tanpa disadari, banyak hal yang harusnya bisa dengan baik kita kerjakan tapi tidak terselesaikan dengan baik karena pikiran yang terlalu rumit yang kita pikirkan. Banyak kesempatan yang kita tinggalkan. Banyak hal yang lebih penting tapi tidak kita pedulikan. 
Jika kita tidak bahagia, mengapa kita terus mempertahankan sesuatu yang membuat kita tidak bahagia? Sementara ada 2 orang yang selalu ingin melihat kita bahagia, ada 2 orang yang selalu memprioritaskan kebahagiaan kita jauh diatas kebahagiaan mereka sendiri. Ada 2 orang yang ketika melihat kita sedih, mereka jauh lebih sedih. Setelah beranjak dewasa, kita mungkin lupa ada seorang ayah dan ibu yang tidak mungkin menyakiti kita. Kita mungkin sibuk dengan masa-masa muda, sementara ayah dan ibu kita terus menua. Kita mungkin lupa ada 2 orang yang harusnya kita bahagiakan. Membahagiakan kedua orang tua itu kewajiban, tapi mengapa kita justru sibuk membahagiakan lelaki yang sebenarnya bukan siapa-siapa kita dimata Allah, terlebih dia sudah sangat sering menyakiti kita. Mengapa kita sampai lupa bahwa ada orang tua yang selalu menerima kita baik dan buruknya, yang tidak pernah menuntut kita menjadi orang lain, yang selalu ada kapanpun kita mau meski seringkali kita datang hanya karena menginginkan sesuatu. Mereka adalah orang yang tidak mungkin berniat jahat kepada kita, yang menjaga kita - anak perempuannya dari segala hal yang tidak baik bagi kita. Mereka tidak pernah lelah menyayangi kita yang seringkali menyakiti mereka, tidak pernah terpikir sedikitpun oleh mereka untuk meninggalkan kita bagaimanapun dan apapun yang kita lakukan. 
Apa pernah menelepon lelaki itu tapi tidak diangkat? Atau malah dirijek? Atau diangkat tapi dia bilang sedang sibuk dan tidak ingin diganggu? Setelah itu, dia tidak menelepon balik. Pernah juga kan menelepon ayah atau ibu kita dan ketika tersambung, terdengar suaranya yang senang, yang antusias ditelepon kita, padahal tujuan kita meneleponnya untuk sekedar menanyakan kiriman yang belum sampai atau meminta uang tambahan. Mungkin pernah juga kita hanya miss call, mereka langsung menelepon balik. Tidak pernah sekalipun mereka bilang bahwa telepon kita mengganggunya. Sudah terasa perbedaannya?
Kita seringkali menyibukkan diri menghabiskan pulsa untuk sekedar menelepon menanyakan lelaki yang sering menyakiti kita itu sedang apa dan dimana, mengapa tidak mengabari, dan sebagainya. Kita lebih sering meneleponnya daripada menelepon orang tua kita. Padahal orang tua kita mungkin sedang tidak enak badan, atau sedang merindukan kita, atau sedang ada masalah yang tidak ingin mereka ceritakan pada kita karena tidak ingin membebani pikiran kita. Mungkin pernah juga saat ayah atau ibu kita menelepon, kita ingin cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dengannya, atau saat mereka menelepon, kita berbicara ketus pada mereka, dan parahnya saat hp kita berdering dan yang tertera di layar handphone adalah ayah atau ibu kita, malah kita rijek atau tidak kita angkat karena malas. 
Sering juga saat orang tua kita berulang tahun, kita hanya memberinya ucapan selamat dan cuek menyambut hari ulang tahunnya, sedangkan saat kita berulang tahun, kita minta ini itu pada mereka, menyuruh mereka membelikan apa yang kita mau. Dan saat ulang tahun lelaki itu, kita sibuk memberinya ini dan itu, bahkan jauh sebelum dia berulang tahun, kita sudah memikirkan dan menyiapkan segala sesuatu untuknya. Miris bukan?
Kalau saja orang tua kita tau sesakit dan sepedih apa perasaan kita saat lelaki itu menyakiti kita, mereka pasti akan jauh lebih sakit, mereka pasti marah, terlebih ayah, ayah yang menjaga dan melindungi kita sejak kecil akan sangat geram melihat putri kesayangannya disakiti orang lain, ayah tidak akan tinggal diam melihat kita menangis. Ayah yang sudah tidak lagi muda akan menanyakan siapa laki-laki yang berani menyakiti hati gadis kecilnya, dan memasang badan melawan siapapun yang membuat malaikatnya menangis. Dan ibu, hatinya akan sangat hancur melihat kita menangis, ibu pun akan memberikan pelukan hangatnya untuk menenangkan kita, ibu akan dengan sedih menghapus air mata putrinya dengan tangan lembutnya. 
Setelah panjang lebar gw tulis ini untuk kalian, apa kalian masih akan sibuk mengurusi masa muda kalian dengan cinta yang menyakiti? Apa masih mementingkan lelaki yang tidak tahu diri dan menomor sekiankan kebahagiaan ayah dan ibu?
Akan lebih baik jika sedang ada di posisi ‘galau’ dan susah move on, kita menyibukkan diri dengan hal positif. Sudah, tinggalkan saja dia yang sering menyakiti, berikan cinta yang tadinya untuk dia kepada orang tua kita. Jadi kita bisa mencintai orang tua kita sepenuhnya, dengan sempurna, dan ngga terbagi-bagi untuk hal lain yang tidak penting. Perhatian kita akan sangat berharga untuk mereka, bagi lelaki itu mungkin kalimat “jangan telat makan” “jangan kecapean” “jangan tidur malam-malam” atau “aku sayang kamu” adalah hal biasa, tapi jika kita mengucapkan itu pada orang tua, akan sangat berarti untuk mereka, akan membuatnya sangat bahagia. Orang tua kita sudah menua, kadang kita perlu mengingatkan hal-hal kecil pada mereka. Mereka juga ingin diperhatikan. Jangan memberikan perhatian dan cinta tulus kita pada orang yang salah:)
Kita punya banyak kesempatan untuk memperbaiki diri kita, menjaga kehormatan dan harga diri kita, mendekatkan diri kita pada Allah, karena mungkin saja selama ini Dia cemburu. Dan mempersiapkan diri untuk menerima cinta tulus dari seorang lelaki baik-baik yang inshaa Allah akan Allah kirimkan untuk seorang wanita baik pula. 
Jadi, hargai diri kita, jaga semua apa yang kita punya. Cintai diri kita. Kita sangat berharga bagi laki-laki yang tepat diluar sana. Percaya saja bahwa Allah selalu menyiapkan kebahagiaan yang luar biasa dibalik air mata kita. 
Sendiri bukanlah hal yang mengerikan, girls!
Putusin aja! YOU DESERVE BETTER!
  • ps: gw pun masih belajar untuk menjadi wanita yang baik, anak yang baik, dan manusia yang lebih baik. Maaf kalo ada kesalahan dalam pemilihan kata, gw cuma sharing pandangan gw tentang hal ini, dan sebagai jawaban dari pertanyaan dan curhatan-curhatan kalian yang masuk, terutama temen-temen yang sering menggemparkan handphone gw dengan curhatan heboh kalian, maaf kalo lagi curhat gw sering ngebego-begoin kalian, siapa lagi yang mau ngomong gaenak kalo bukan gw? tapi itu untuk kebaikan kalian juga kok. Dan tulisan ini versi halusnya hehehe pokoknya gw cuma kaga mau ngeliat kalian sedih-sedih lagi. I love you!!

0 comments:

Post a Comment

 
The Crown Princess Blogger Template by Ipietoon Blogger Template