Kamu bilang aku berbeda, aku berubah. Kamu bilang kamu kehilangan aku yang dulu, yang sedalam itu mencintaimu, yang dengan antusiasnya menyambut kedatanganmu. Dan kamu terus mencari sebab dibalik perubahanku. Sebenarnya itu percuma, sayang. Berkali-kali kubilang aku lelah…
Sudah berjuta kali mata yang dulu pernah kau tatap hangat menangis menumpahkan luka yang sudah tak mampu ditahan. Sudah beribu kali kubilang sakitnya sulit kusembuhkan. Tapi lagi-lagi hanya kau dengar tanpa kau pedulikan. Dimana hatimu, sayang? Bahkan setelah kita sempat berpisahpun, janjimu menyusun kembali hatiku yang telah menjadi kepinganpuzzle hanya jadi history tanpa pernah terealisasi. Lalu dengan mudahnya kamu memintaku kembali seperti dulu.
Kamu bilang aku berbeda, tapi bagiku kamu tetap sama. Kamu yang keras dan sampai hati melukaiku, kamu yang sering pergi dan kembali seperti tak pernah merasa menyakiti. Kamu selalu sama, tak mau berjuang mempertahankanku. Jadi sebenarnya kamu hanya kehilangan wanita yang dengan tulus memperjuangkanmu, sementara kamu hanya diam menungguku kembali berjuang demi kita.
Aku tidak pernah lelah mencintai, tapi kini tumpukan luka membuat cinta itu tertutupi.
0 comments:
Post a Comment