No matter how old I get, I always want my Mom - CacaaRP
Wednesday, November 12, 2014
Happy Father's Day
Untuk lelaki paling tampan, paling tangguh, paling pintar, paling kuat
Untuk lelaki teristimewa, terbaik, terhebat, terkeren
Untuk lelaki yang tidak pernah menyakitiku, yang tidak pernah lelah mencintaiku
Untuk lelaki yang selalu menjaga dan melindungiku
Untuk lelaki yang pelukan, ciuman, dan masakannya selalu kurindukan
Untuk lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta
Untuk lelaki yang kujatuh cintai berkali-kali
Untuk lelaki yang teramat aku cintai, yang juga sangat mencintaiku
Untuk duniaku, Papa....
Words can't explain how much I love you. Happy father's day, Pah...
I love you. I love you. I love you.
Untuk lelaki teristimewa, terbaik, terhebat, terkeren
Untuk lelaki yang tidak pernah menyakitiku, yang tidak pernah lelah mencintaiku
Untuk lelaki yang selalu menjaga dan melindungiku
Untuk lelaki yang pelukan, ciuman, dan masakannya selalu kurindukan
Untuk lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta
Untuk lelaki yang kujatuh cintai berkali-kali
Untuk lelaki yang teramat aku cintai, yang juga sangat mencintaiku
Untuk duniaku, Papa....
Words can't explain how much I love you. Happy father's day, Pah...
I love you. I love you. I love you.
Wednesday, September 18, 2013
Kamu dan Tuhanku (37 month)
Hai, selamat malam kamu yang aku harap selalu ada satu shaf
di depanku...
Aku baru saja merenungi pembicaraan kita tentang Sang Maha
Agung – Allah SWT. Betapa Ia sangat menyayangi kita. Atas kuasaNya, kita
dipertemukan melalui pandangan yang hingga kini masih teringat jelas di
benakku. Sampai kita melangkah ke tahun keempat ini, kita masih dipersatukan
dalam cinta yang tidak pernah seorangpun mampu mengalihkannya, Alhamdulillah.
Kadang jarak membuat kita terpisah, tapi Dia selalu membuka
jalan dan membuat kita berada di tanah yang sama. Selama bersamamu, sudah banyak
keajaiban yang Ia tunjukkan. Begitu hebat Ia melindungi kita dari segala
musibah dan marabahaya.
Ia pernah menempatkanku dalam posisi yang sangat aku benci,
yang sangat aku kutuk – begitupun dengan kamu. Karena itu, Ia mempertemukan kita di scene
yang hampir sama, lalu menge-take kita sesuai alur ceritaNya, namun kita
dituntut memerankan skenario yang masalahnya harus kita selesaikan sendiri. Memasuki
tahun keempat ini, perlahan aku mulai menemukan titik terang untuk
menyelesaikan scene ini dengan baik. Bagian dimana aku merasa kesulitan
meng-handle keadaan. Tapi denganmu, denganmu...... dengan lelaki yang Allah
pertemukan empat tahun lalu, aku mampu menerima dan menerapkan rasa bersyukur
itu. Rasa syukur yang membuatku tenang dan tidak pernah merasa kekurangan, yang
menjauhkanku dari rasa sirik seperti penyakit orang jaman sekarang.
‘Allah.... apakah dia memang lelaki tepat yang mampu
membahagiakanku seperti yang Ayahku lakukan?’
‘Allah.... semoga dia memang lelaki tepat yang mampu
membahagiakanku dunia akhirat dan yang seperti Ayahku lakukan.’
Kamu tau itu apa? Itu pertanyaan dan do’a yang selalu aku ulang-ulang
dalam hati dan sujudku. Aku memang tidak tahu apa jawabanNya. Tapi yang aku
tahu, kamu sangat setia dan menyayangiku, semoga itu salah satu jawaban yang Ia
tunjukkan dari sikapmu.
Aku jatuh cinta dengan air yang membasahi muka, tangan dan
kakimu setelah kamu berwudhu. Aku jatuh cinta dengan caramu menggelar sajadah,
aku jatuh cinta dengan caramu berbincang denganNya dihadapan kiblat. Aku jatuh
cinta dengan sujudmu menyembahNya. Aku jatuh cinta dengan caramu megangkat
kedua tangan sejajar di dadamu. Sungguh kamu lelaki paling tampan setelah Papa
dan adikku.
Orang bilang everything happens for a reason, yang aku harap
Allah mempertemukan kita bukan untuk sebuah kenangan yang akhirnya terbuang,
bukan untuk sebuah pengalaman yang nantinya akan dilupakan. Semoga ini
bukan hubungan yang sementara, tapi yang akan menemui pelaminan dan
selama-lamanya.
Allah.... jika Engkau Maha Pencemburu, maka ingatkanlah kami
untuk selalu mengingatMu. Maaf jika kami tidak tahu diri, tapi jika kami boleh
meminta, mohon berkahilah kami disetiap langkah menuju ridhoMu. Kuatkanlah kami
melawati setiap godaan dan cobaan yang datang maupun akan datang. Mudahkanlah
jalan kami untuk sampai pada saat dimana kami menunaikan Sunnah RasulMu. Hingga
Husnul Khotimah jiwa kami ketika menghadapMu nanti. Amiin..
Untukmu dan Tuhanku...... Terimakasih.
Selamat 37 bulan:-)Wednesday, July 17, 2013
Sekeping Jawab Jutaan Tanya; Rindu
Pernah ada ‘bulan’ ini dulu, indah. aku jatuh cinta, dan di-jatuh cintai oleh orang yang sama. Tapi hari tidak pernah sama, cinta membuatnya berwarna.
Mengenang tatapan indah yang membuatku tersipu, justru mengundang luka. Aku hanya rindu. Mata itu... yang dulu menatapku berbinar-binar mengungkapkan cinta, kini sudah tampil biasa.
Lalu aku ingin kembali ke masa itu, ke kota itu. Kota yang menjadi saksi betapa dua anak Adam saling jatuh cinta. Yang mempertemukan matanya dengan mataku, dan menyatukan hatinya dengan hatiku. Aku ingin mengulang setiap detik berharga ketika aku di-jatuh cintai olehmu. Ketika tatapan itu masih milikku, dan ketika semua hal manis dialamatkan padaku.
Andai waktu bisa kembali, atau keadaan mampu mengulang waktu, aku ingin dijadikan objek dari kamu yang sedang jatuh cinta. Andai itu bisa dibeli, aku akan berusaha mengumpulkan banyak uang untuk membeli perasaanmu agar sama seperti dulu. Aku akan berusaha membeli tatapanmu, agar hangat dan memperhatikanku seperti waktu itu. Aku akan berusaha membeli kata-kata tulusmu agar dapat menarik garis senyum di bibirku. Tapi sayangnya itu hanya ‘andai’, nyatanya keadaan memaksaku melambai pada masa lalu yang indah itu.
Ketika rindu itu menanyakanmu, aku harus jawab apa? Apa yang harus aku katakan padanya tentang kamu? Ia banyak bertanya, sementara jawabanmu hanya satu: “aku tetap sayang kamu”. Perasaanku bersorak riang, tapi logika tak sampai. Bukan hanya kata sayang yang diharapkan, tapi perhatian juga berperan penting untuk menghapus kesepian.
Bertahun-tahun aku memperhatikanmu, bertahun-tahun aku jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali. Hingga aku tidak tahu kapan hatiku beristirahat dari rutinitas kerjanya mencintaimu.
Jatuh cinta dengan orang yang sama, di waktu yang lama, dan dengan keadaan berbeda itu sulit. Tapi nyatanya aku bisa! Walaupun aku juga harus berusaha membuatmu kembali jatuh cinta pada orang yang sama pula; aku.
Triliyunan Rindu,
Aku-mu
Friday, July 5, 2013
Dia dan Rasa Sakit...nya
“Ketika rasa sakit itu mengunjungiku lagi, aku hanya menunduk lalu menangis. Dia tidak bosan-bosan menengokku. Sudah ratusan kali dia datang, bahkan sudah triliyunan tetes airmataku yang jatuh. Coba tanyakan padanya, mengapa harus aku? aku sudah tau rasanya sesak didada karna menahannya, aku sudah paham rasanya lemas disekujur tubuh ketika dia datang, aku sudah mengerti saat tanganku dingin dan gemetar karna takut menghadapinya, akupun sudah hafal rasanya kehilangan keseimbangan tubuh yang membuatku terjatuh karna tidak sanggup mengatasinya, bahkan aku selalu ingat tangisan pilu setiap aku merasakannya, iya, dia: rasa sakit.
Lalu mengapa harus aku yang lagi-lagi kau singgahi? Aku tidak mengerti apakah ini membuatku semakin kuat atau justru membuatku hancur? Tapi yang pasti, aku lelah.”
CinDi, 20th.
Thursday, July 4, 2013
No title
Diutamakan memang membuat kita merasa istimewa, namun jangan harap diutamakan jika pilihanmu tidak 'meyakinkan'. -CacaaRP
Kamu pasti menemukan cinta sejatimu. Siapapun dia, tapi yang pasti bukan dia yang selalu menyakitimu. -CacaaRP
Jika kamu sibuk mencintai orang yang selalu menyakitimu, tinggalkanlah. Karna mereka yang mencintaimu, hatimu, perasaanmu, dan dirimu sendiri punya hak lebih untuk kamu cintai. -CacaaRP
Bagaimana mungkin dia berjanji untuk setia padamu jika janjinya untuk menemuimu saja sering tidak ditepati. -CacaaRP
Orang yang benar-benar menyayangimu adalah orang yang memperlakukanmu seperti dirinya ingin diperlakukan. Lalu ia memperlakukanmu seperti perlakuan istimewa yang belum pernah ia dapatkan.
-CacaaRP
Monday, July 1, 2013
Tuhan menciptakanmu, Rio!
Sebenarnya, ini bukan tentang kesaksianku atas rasa yang tak terkendali. Bukan tentang seberapa sering aku ‘membuatmu’ hadir di mimpi atau kehidupan nyataku. Ini tentang aku yang hingga kini belum juga mengerti mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang begitu dalam untukmu, mengapa Tuhan membuatmu sangat indah dimataku. Ia seakan membungkusmu dengan pita yang indah, kertas warna-warni, dan hiasan sempurna yang membuatku jatuh cinta, lalu sangat tertarik untuk memilikimu.
Kini waktu sudah berlalu jauh setelah aku benar-benar memilikimu. Tapi Tuhan memang sangat mengistimewakanmu. Sepertinya Ia menciptakanmu dengan warna yang tak pernah sama setiap harinya, sehingga aku tidak mungkin bosan melewati setiap detik bersamamu. Kamu selalu terlihat baru meskipun waktu telah membuka setiap lapisan dari dirimu. Kamu selalu punya cara berbeda untuk menyenangkanku. Kamu adalah alasan dibalik senyum dan tangisku.
Kamu sudah terlalu jauh masuk dalam kehidupanku, bahkan kini benar-benar menjadi bagian dari hidupku. Kamu sangat berperan dalam keputusan besar di hidupku, kamu menjadi tenaga untuk menguatkanku, dan penguat disetiap langkah kakiku. Ketika aku mulai lelah, kamu menopangku dengan cinta yang kuat, lalu menuntunku untuk melangkah kembali.
Ya, begitulah kamu. Itu kenapa terkadang mereka ingin menjadi aku, menjadi aku yang dicintai sebesar ini dijaman segila ini. Tapi jangan pernah takut tidak mendapatkan cinta dengan kadar sebesar kamu, karna selalu ada balasan dengan besaran yang sama setiap kita melakukan sesuatu. Dan Tuhan sangat menyayangimu, sayang... dia memberimu ‘aku’ yang juga sangat-sangat mencintaimu. Entah lebih besar cinta siapa, hanya Tuhan yang tau. Tapi bukankah cinta bukan sebuah pertandingan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah? Jadi jika kamu bilang cintamu melebihi cintaku, akupun begitu. Tapi sekali lagi cinta bukan pertandingan, jadi aku tidak terlalu peduli cinta siapa yang lebih besar, yang pasti aku selalu bersyukur Tuhan menciptakan kamu dan aku untuk menjadi kita. Sehingga cinta itu ‘semakin’ lebih besar dan kuat, karna cintaku dan cintamu telah menjadi cinta kita.
Dan bersyukurlah kamu yang diciptakan sehebat ini oleh Tuhan, berbahagialah karna saat ini kamu tau, ada aku yang sangat bangga memiliki kamu.
Sepertinya perlahan aku tau mengapa Tuhan menciptakan perasaan yang sangat dalam untukmu, jawabannya: Karna Tuhan menciptakan kamu sebagai lelaki yang tidak pantas dicintai dengan biasa. Itu sebabnya aku mencintaimu dengan sangat luar biasa.
So what am I gonna do when the best part of me was always you?
Thank you, Rio Sutrisno Piliang!
Subscribe to:
Posts (Atom)
